Selasa, 29 Oktober 2013

tulisan 3

Manajemen otak agar awet muda

Otak merupakan bagian terpenting dalam tubuh manusia, otak sebagai fungsi untuk menngatur jalan kerja perilaku manusia. Otak juga dapat cepat berkurang fungsinya apabila jarang dilatih untuk bekerja, otak juga dapat cepat rusak bila kita mudah mengalami stres dan otak penuh dengan pikiran-pikiran negatif, salah satu cara untuk mengoptimalkan fungsi otak yaitu dengan memanajemen kerja otak kita. Manajemen tidak hanya diperlukan dalam kegiatan sehari-hari saja, tetapi otak juga memerlukan manajemen, atau mengatur fungsi otak kita. Untuk memanajemen otak agar tidak stres kita harus selalu berfikir positif, mengelola mood, mengusir tekanan yang menyebabkan stress, menyelesaikan masalah, menyiciltugas atau masalah, melatih otak dengan mengisi tts atau menjawab soal, tidak memendah emosi, jalan-jalan untuk menghindari kejenuhan.

Tugas 2 Psikologi Manajemen

Pengorganisasian Struktur Manajemen
a.       Definisi pengorganisasian
Pengorganisasian(Organizing) adalah suatu langkah untuk menetapkan ,menggolongkan dan mengatur berbagai macam kegiatan yang dipandang,seperti bentuk fisik yang tepat bagi suatu ruangan kerja adiministrasi,ruangan labotarium,serta penetapan tugas dan wewenang seseorang:pendelegasian wewenang dan sterusnya dalam rangka untuk mencapai tujuan.
James D Mooney mengatakan, “organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama”. Sedangkan Chaster I Bamard memberi pengertian organisasi sebagai suatu sistem dari aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

b.      Definisi struktur organisasi
Struktur organisasi (disain organisasi) dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme  formal dengan mana organisasi dikelola. Struktur organisasi menunjukan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubugan-hubungan diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian, atau posisi-posisi maupun orang-orang yang menunjukan kedudukan, tugas wewenang, dan tanggung jawab yang berbeda-bedadalam suatu organisasi. Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standardisasi, koordinasi, sentralisasi, atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan besaran (ukuran) satuan kerja.
c.       Pengorganisasian sbg fungsi manajemen
Ø  Organisasi sebagai fungsi manajemen adalah organisasi memberi langkah-langkah kepada manajemen untuk melaksakan kegiatan dan fungsi manajemen.
Ø  Organisasi atau pengorganisasian dapat dirumuskan sehingga keseluruhan aktifitas manajemen di dalam mengelompokkan orang-orang serta penetapan tugas, fungsi, wewenang, serta tanggung jawab masing-masing dengan tujuan tercapainya aktifitas-aktifitas manajemen yang sebelumnya telah ditentukan terlebih dahulu.
Ø  Dimana yang dimaksudkan dengan fungsi-fungsi manajemen itu adalah sebagai berikut :
Forecasting, Planning termasuk budgeting, Organizing, Staffing atau assembling resources, Directing atau commanding, Leading, Coordinating, Motivatin, Controlling and Reporting

Actuating Manajemen
a.       Definisi actuating
Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan perencanaan manejerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi actuating artinya menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau dengan kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan dikehendaki secara efektif.Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan. Actuating disebut juga“ gerakan aksi “ mencakup kegiatan yang dilakukan seorang manager untuk mengawali dan melanjutkan kegiatan yang ditetapkan oleh unsur-unsur perencanaan dan pengorganisasian agar tujuan-tujuan dapat tercapai. Dari seluruh rangkaian proses manajemen, pelaksanaan(actuating) merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Dalam fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi actuating justru lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan lansung dengan orang-orang dalam organisasi.

b.      Pentingnya actuating
Fungsi actuating lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya manusia dan nonmanusia pada pelaksanaan tugas. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.

c.       Prinsip actuating
Prinsip-Prinsip Penggerakan menurut Kurniawan (2009) prinsip-prinsip dalam penggerakan/actuating antara lain:
1. Memperlakukan pegawai dengan sebaik-baiknya
2. Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia
3. Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi
4. Menghargai hasil yang baik dan sempurna
5. Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih
6. Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup
7. Memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya

Mengendalikan Fungsi Manajemen
a.       Definisi mengendalikan (controlling)
Definisi pengawasan (controlling) yang dikemukakan oleh Robert J. Mockler  adalah suatu usaha untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang system informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah diterapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan, serta menganbil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.

b.      Langkah-langkah dalam control
Ada tiga tipe dasar pengawasan (controlling), yaitu :
1.      Pengawasan pendahuluan (feedforward control).
Pengawasan pendahuluan atau sering disebut steering controls, dirancang untuk mengantisipasi masalah-masalah atau penyimpangan-penyimpangan dari standar atau tujuan dan memungkinkan koreksi dibuat sebelum suatu tahap kegiatan tertentu diselesaikan. Jadi, pendekatan pengawasan ini lebih aktif dan agresif, dengan mendeteksi masalah-masalah dan mengambil tindakan yang diperlukan sebelum suatu masalah terjadi. Pengawasan ini akan lebih efektif hanya bila manajer mampu mendapatkan informasi akurat dan tepat pada waktunya tentang perubahan-perubahan dalam lingkungan atau tentang perkembangan terhadap tujuan-tujuan yang diiinginkan.

2.      Pengawasan “concurrent”
Pengawasan yang dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan (concurrent control). Pengawasan ini, sering disebut pengawasan “YA-TIDAK”.  Screening control atau “berhenti-terus”, dilakukan selama suatu kegiatan berlangsung. Tipe pengawasan ini merupakan proses dimana aspek tertentu dari suatu prosedur harus disetujui dulu, atau syarat tertentu harus dipenuhi dulu sebelum kegiatan-kegiatan bisa dilanjutkan, atau menjadi semacam peralatan “double-check” yang lebih menjamin ketepatan pelaksanaan kegiatan.
3.      Pengawasan umpan balik
Pengawasan umpan balik (feedback control). Pengawasan unpan balik juga sering dikenal sebagai past-action controls, mengukur hasil-hasil dari suatu kegiatan yang telah diselesaikan. Sebab-sebab penyimpangan dari rencana atau standar ditentukan, dan penemuan-penemuan diterapkan untuk kegiatan-kegiatan serupa di masa yang akan datang. Pengawasan ini bersifat historis, pengukuran dilakukan setalah kegiatan terjadi.

c.       Tipe-tipe control
            Ada tiga tipe dasar pengawasan (controlling) yaitu :
1)       Pengawasan pendahuluan (feedforward control).
Pengawasan pendahuluan atau sering disebut steering controls, dirancang untuk mengantisipasi masalah-masalah atau penyimpangan-penyimpangan dari standar atau tujuan dan memungkinkan koreksi dibuat sebelum suatu tahap kegiatan tertentu diselesaikan. Jadi, pendekatan pengawasan ini lebih aktif dan agresif, dengan mendeteksi masalah-masalah dan mengambil tindakan yang diperlukan sebelum suatu masalah terjadi. Pengawasan ini akan lebih efektif hanya bila manajer mampu mendapatkan informasi akurat dan tepat pada waktunya tentang perubahan-perubahan dalam lingkungan atau tentang perkembangan terhadap tujuan-tujuan yang diiinginkan.
2)       Pengawasan “concurrent”
Pengawasan yang dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan (concurrent control). Pengawasan ini, sering disebut pengawasan “YA-TIDAK”.  Screening control atau “berhenti-terus”, dilakukan selama suatu kegiatan berlangsung. Tipe pengawasan ini merupakan proses dimana aspek tertentu dari suatu prosedur harus disetujui dulu, atau syarat tertentu harus dipenuhi dulu sebelum kegiatan-kegiatan bisa dilanjutkan, atau menjadi semacam peralatan “double-check” yang lebih menjamin ketepatan pelaksanaan kegiatan.
3)       Pengawasan umpan balik
Pengawasan umpan balik (feedback control). Pengawasan unpan balik juga sering dikenal sebagai past-action controls, mengukur hasil-hasil dari suatu kegiatan yang telah diselesaikan. Sebab-sebab penyimpangan dari rencana atau standar ditentukan, dan penemuan-penemuan diterapkan untuk kegiatan-kegiatan serupa di masa yang akan datang. Pengawasan ini bersifat historis, pengukuran dilakukan setalah kegiatan terjadi.

d.      Control proses manajemen
Pendekatannya terdiri atas lima langkah dasar yang dapat diterapkan untuk semua tipe kegiatan pengawasan:
1)      Merumuskan hasil yang diinginkan
2)      Menetapkan penunjuk (predictors) hasil
3)      Menetapkan standar penunjuk dan hasil
4)      Menetapkan jaringan informasi dan umpan balik
5)      Menilai informasi dan mengambil tindakan koreksi


Handoko, H. T. Dr. 1986 Manajemen Gadjah Mada, Yogyakarta
Rusli. R, Adi.W, Asas-asa Manajemen UT
http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/2205936-pengertian-pelaksanaan-actuating

Rabu, 09 Oktober 2013

Tugas 2 Penetapan Perencanaan Manajemen

Penetapan Perencanaan Manajemen
Perencanaan memiliki berbagai pengertian, perencanaan adalah proses dasar di mana manajemen memutuskan tujuan dan cara mencapainya. Perencanaa dalam organisasi adalah esensian, karena dalam kenyataan perencanaan memegang peranan lebih disbanding fungsi-fungsi manajemen lainnya. Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa. Perencanaan lainya yaitu suatu proses yang tidak berakhir bila rencana tersebut telah ditetapkan; rencan aperlu diimplementasikan.

Manfaat Perencanaan
Perencanaan memiliki banyak manfaat, dalam kehidupan sehari-hari setiap manusia haruslah memiliki perencanaan untuk mencapai tujuannya, dengan perencanaan, apa yang kita sasarkan dapat berjalan dengan baik dan tersusun rapi.
Beberapa contoh perencanaan manajemen:
Ø  Membantu manajemen untuk menyesuaikan dirin dengan perubahan-peubahan lingkungannya
Ø  Membantu dalam kristalisasi persesuaian pada masalah-masalah utama
Ø  Memudahkan manajer dalam memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas
Ø  Membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat
Ø  Memberi cara pemberian perintah untuk beroperasi
Ø  Memudahkan dalam melakukan koordinasi diantara berbagai bagian organisasi
Ø  Membuat tujuan lebih khusus, terperinci, dan mudah dipahami
Ø  Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti
Ø  Mennghemat waktu usaha dan dana

Jenis-jenis perencanaan
1. Rencana-rencana strategic, yang dirancang memenuhi tujuan-tujuan organnisasi yang lebih luar, mengilmplementasikan misi yang memberikan alas an khas keberadaan organisasi
2.      Rencana-rencana operasional, penguraian lebih terperinci bagaimana rencana-rencana strategic akan dicapai

Sumber:

Handoko, H. T. Dr. 1986 Manajemen Gadjah Mada, Yogyakarta

Tugas 1 Manajemen

Manajemen
Menurut James A. F. Stoner manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan pengguunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan .
Dari definisi tersebuat stoner menggunakan kata proses, bukan seni. Mengartikan manajemen sebagai seni mengandung arti bahwa hal itu adalah kemampuan atau keterampilan pribadi, suatu proses adalah cara sistematis untuk melakukan pekerjaan. Manajemen dididefiniasikan sebagai suatu proses karena semua manajer, tanpa memperdulikan kecakapan atau keterampilan khusus mereka harus melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan-tujuan yang mereka inginkan.

Jenis-Jenis Manajemen
  •  Manajemen Pemasaran

Manajemen Pemasaran adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan 
  • Manajemen Produksi

Manajemen Produksi adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam proses produksi
  • Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit. Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan
  • Manajemen Informasi

Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat 

Kepemimpinan
Kepemimpinan (leadership) telah didefinisikan oleh Stoner seagai suatu prose pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya.
Pertama, kepemimpinan menyangkut orang lain : bawahanatau pengikut
Kedua,  kepemimpinan menyangkut suatu pembagian kekuasaan yang tidak seimbang diantara para pemimpindan angota kelompok
Ketiga, selain dapat memberikan pengarahan pada bawahan atau pengikut, pimpinan juga dapat menggunakan pengaruh.

Kepemimpinan adalah bagian penting manajemen, tetapi tidak sama dengan manajemen. Kepemiminan merupakan kemampuan yang dipunyai seseorang untuk mempengaruhi orang-orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran. Manajemen mencakup kepemimpinan, tetapi juga mencakup fungsi-fungsi lain seperti perencanaan, pengorganisasian dan pengawasan.

Sumber:
Handoko, H. T. Dr. 1986 Manajemen Gadjah Mada, Yogyakarta

Selasa, 08 Oktober 2013

Seputar Manajemen

Subsistem Manajemen Puncak
Top manajemen (kepala eksekutif dan staff) bertugas terpisah dari area fungsional,tapi termasuk juga jabatan fungsional wakil presiden dalam kapasitas top manajemen adalah meminta informasi dan membantu dalam keputusan. Dokumen transaksi berupa surat dan memo. Informasi dari top manajemen termasuk jadwal pertemuan, file control koresponden, kontak file. Manajerial control oleh top manajemen menggunakan informasi dimana kesimpulan darimanajemen control akan menjadi latihan bagi fungsi yang lain untuk mengevaluasi fungsi yang dibentuk sesuai dengan yang direncanakan. Ini memerlukan pengaksesan rencana dan penampilan sekarang untuk semua sumber-sumber yang mungkin. Rencana strategis adalah top manajemen membutuhkan avriasi yang luas dari kesimpulan eksternal dan internal data, sistem informasi yang membantu dalam rencana strategis menyangkut pengambilan data yang khusus, analisa khusus, sistem bentuan keputusan.

Sistem Informasi Untuk Kontrol Manajemen
Informasi control manajemen diperlukan oleh manajer departemen, pusat profit, dll, untuk mengukur pekerjaan, menentukan pada aksi control, merumuskan fungsi keputusan untuk digunakan oleh personel operasional dan alokasi sumber, alas an bagi penyimpangan pekerjaan mungkin dimengerti, dan pemecahan bisa diharapkan. Proses control memerlukan tipe-tipe informasi berikut:
1.      Pekerjaan yang telah direncanakan (standard, expected, budgeted, dll)
2.      Penyimpanganpekerjaan dari yang telah direncanakan
3.      Sebab penyimpangan
4.      Analisis keputusanyang mungkin atau arah aksi
Database untuk control manajemen terdiri dari dua elemen utama
1.      Databse dari operasi
2.      Rencana, standar, anggaran, dll yang membatasi harapan manajemen mengenai pekerjaan, juga beberapa data eksternal seperti perbandingan industri dan indeks biaya.
Struktur Sistem Manajemen Berdasarkan Kegiatan Manajemen
Struktur dari suatu sistem informasi dapat diklasifikasikan dalam bentuk suatu hierarki dari perencanaan manajemen dan aktifitas pengendalian.
Hierarki dari kegiatan manajemen:
1.      Perencanaan strategi
2.      Pengendalian manajemen danperencanaan taktis
3.      Perencanaan dan pengendalian operasional
Tiga tingkatan dari kegiatan manajemen dapat dibedakan pada dasar dari horizontal perencanaan untuk setiap tingkatan. Perencanaan strategi memperlakukan dengan pertimbangan jangka panjang, keputusan mengenai pilihan dari bisnis langsung, strategi pemasaran, campuran produksi, dan sebagainya.
Suatu manajer khusus mempunyai tanggung jawabatas suatu campuran dari kegiatan manajemen. Misalnya suatu took tingkat pengawasan akan mempergunakan sebagianbesar waktunya pada perencanaan dan pengendalian operasional. Suatu wakil presiden pelaksanaan akan menekuni dengan perbandingan waktu yang lebih untuk strategi.


Gunadarma, U. 1994. Pengantar Sistem Informasi Gunadarma, Depok

Seputar Manajer (Manajemen)

Tingkatan Manajer
Manajer ialah seorang yang bertanggung jawab untuk mengarahkan penggunaan segala jenis sumber. Sumber tersebut dapat berupa orang, peralatan, uang, atau bahkan informasi. Manajer berada pada berbagai tingkat dalam suatu perusahaan/organisasi. Manajer puncak, seperti presiden dan wakil presiden, biasanya disebut executive. Tingkat puncak tersebut biasanya disebut tingkat perencanaan strategis. Manajer tingkat menengah meliputi manajer wilayah, direktur produksi, dan kepala divisi. Tingkat menengah inidisebut tingkat control manajemen, yang bertanggung jawab untuk menjadikan rencana menjadi tindakan dan untuk memastikan tercapainya tujuan. Manajer tingkat yang lebih bawah ini disebut tingkat control operasional,karena ia bertempat pada operasi perusahaan.

Apa yang dikerjakan seorang Manajer??
Telah diketahui bahwa semua manajer melakukan fungsi yang sama dan memainkan peranan yang sama, walaupun terdapat perbedaan yang nyata pada tingkatan manajemen dan area operasionalnya. Seorang manajer tidak lain memiliki peranan atau fungsi yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, kepegawaian, pengarahan, dan pengontrolan. Semua manajer melakukan fungsi yang sama menurut tingkatannya, walaupun mungkin dengan penekanan yang berbeda. Dalam melakukan fungsi dan memainkan perananya, seorang manajer memanfaatkan prosedur dan peralatan keberhasilan tugasnya, yang dilakukan dengan mengkombinasikannya dengan keterampilan manajemen dasar, maka peralatan dan prosedur ini dapat dimanfaatkan untuk mencapai tingkat penampilan yang baik yang tidak mungkin dicapai oleh para manajer beberapa tahun lalu. Sebagai contoh, seorang manajer dapa tmnggunakan komputer untuk mentransmisi keputusanmya secara elektronis ke seluruh lapisan dalam organisasi.

Ketermpilan Manajemen
Ada banyak keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang manajer yang berhasil, namun dua diantaranya yang diannggap paling dasar ialah komunikasi dan pemecahan masalah. Manajer dalam semua tingkatan akan berkomunikasi dengan orang yang memberikan laporan kepadanya, dengan manajer ain, dan dengan orang diluar oganisai. Manajer tersebut juga harus memecahkan masalah dengan membuat perubahan terhadap operasi perusahaan, sehingga dapat menyesuaikan dengan lingkungannya yang telah berubah. Komputer dapat digunakan oleh manajer untuk meningkatkan keterampilannya baik dalam berkomunikasi dan memecahkan masalah.

Komunikasi
Seorang manajer yang berhasil harus dapat berkomunikasi dengan baik, dalam bentuk lisan maupun tulisan, karena salah satu strategi yang baik dalam suatu penawaran ialah dengankomunikasi yang baik, apabila seorang manajer tidak dapat bertutur kata yang baik dan sopan, akan menghasilkan kesan yang negative pada orang lain, bisa-bisa orang yang tadinya akan membeli saham yang kita jual menjadi tidak tertarik karena penyampaian komunikasi yang tidak baik. Komunikasi tertulis dapat berupa laporan, memo, surat dan majalah.

Pemecahan Masalah
Seorang manajer juga harus dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi didalam perusahaannya, karena seorang manajer yang baik, dinilai dari bagaimana ia menyikapi dan menyelesaikan masalah yang dihadapinya, baik masalah internal maupun eksternal, masalah  pada perusahaan maupun pada sumber daya manusianya. Manajer juga harus membuat keputusan yang baik dan tidak menguntungkan salah satu pihak dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

Sumber:
. 
E.S. Margianti. D.Suryadi H.S. Sistem Informasi Manajemen, Gunadarma




Jumat, 28 Juni 2013

Rangkuman materi softskill kesmen

Konsep Sehat
Sehat memiliki banyak arti dari berbagai pendapat. Menurut saya sehat dapat diartikan sebagai keadaan tubuh yang dapat digunakan dengan normal, yang terbebas dari segala macam penyakit, baik jasmani maupun rohani. Orang yang kekurangan fisik atau cacat dapat dikatakan sehat, karena tidak sedikit orang yang cacat atau kekurangan secara fisik, namun memiliki rohani yang sehat, karena mereka masih mau berusaha, dan tidak sedikit pula orang yang secara fisiknya atau jasmaniahnya sehat, tapi malas untuk berusaha.
Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental
Sejarah perkembangan kesehatan mental selum dikatakan maju secara mental,nenek moyang homo sapiens sama halnya dengan homo sapiens yang mengalami gangguan-gangguan mental.
Pada zaman prasejarah manusia purba sering menngalami penyakit mental, namun mereka selalu berusaha menguranginya.
Pendekatan Kesehatan Mental
J Orientasi klasik
Seseorang dianggap sehat bila ia tidak mempunyai kelakuan yang berlebihan.
J Orientasi penyesuaian diri
Orang dianggap sehat secara psikologis bila ia mampu mangembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan orang-orang lain serta lingkungan dan menyesuaikan dirinya.
J Orientasi pengembangan potensi
Seseorang dikatakan mencapai taraf kesehatan jiwa,bila ia mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensinya menuju kedewasaan.
Teori Kepribadian Sehat
J Psikoanalisa
Salah satunya tokoh psikoanalisis adalah Sigmund Freud (1856 – 1939). Dalam pandangan Freud, semua perilaku manusia baik yang nampak (gerakan otot) maupun yang tersembunyi (pikiran) adalah disebabkan oleh peristiwa mental sebelumnya. Terdapat peristiwa mental yang kita sadari dan tidak kita sadari namun bisa kita akses(preconscious) dan ada yang sulit kita bawa ke alam tidak sadar (unconscious).
J Behavioristik dan 3 Mazhab besar Psikologi
manusia dilihat oleh para behavioris sebagai orang-orang yang memberikan respons secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar dan manusia dianggap tidak memiliki diri sendiri.
J Psikologi Humanistik
Salah satu tokoh dari aliran ini – Abraham Maslow – mengkritik Freud dengan mengatakan bahwa Freud hanya meneliti mengapa setengah jiwa itu sakit, bukannya meneliti mengapa setengah jiwa yang lainnya bisa tetap sehat. Salah satu bagian dari humanistic adalah logo terapi. Adalah Viktor Frankl yang mengembangkan teknik psikoterapi yang disebut sebagai logotherapy (logos = makna).
Penyesuaian diri
Penyesuaian diri atau sering disebut juga dengan adaptasi, ialah suatu proses membiasakan diri dalam keadaan tertentu, menyangkut dengan kesehatan mental, penyesuaian diri tidak selalu berjalan baik, banyak orang yang tidak dapat menyesuaikan dirinya dengan keadaan, sehingga dapat menyebabkan kesehatannya terganggu.
Bentuk-bentuk Penyesuaian Diri
Menurut Sunarto dan Hartono (1995) Penyesuaian diri positif ditandai dengan hal-hal sebagai berikut:
¤  Tidak adanya ketegangan emosional.
¤  Tidak menunjukkan adanya mekanisme-mekanisme psikologis.
¤  Tidak menunjukkan adanya frustasi pribadi.
Teori Kepribadian Sehat
Gordon Allport
Ciri-ciri Kepribadian Sehat
Gordon Allport (1937) telah membuat hipotesis mendalam mengenai atribut dari kepribadian yang matang. Manusia yang matang secara psikologi memilliki karakteristik berupa perilaku proaktif.
Allport mengidentifikasi 7 kriteria kepribadian matang:
Kriteria pertama adalah peluasaan pereasaan diri.
Kriteria kedua memiliki hubungan yang hangat dengan orang lain
Kriteria ketiga adalah keamanan emosional atau penerimaan diri.
Manusia yang sehat secara psikologis
Criteria kelima adalah Keterampilan dan tugas
kriteria keenam adalah Pemahaman diri
Kriteria terakhir dari kepribadian yang matang
Carl Rogers
Perkembangan Kepribadian Sehat
Motivasi Orng yang Sehat : Aktualisasi
Tidak ada segi pertumbuhan dan perkembangan manusia beroperasi secara terlepas darikecenderungan aktualisasi. Kecdenderungan aktualisasi berkenaan pada ebutuhan-kebutuhan fisiologis dasar akan makanan, air, dan udara.
Abraham Maslow
Hirarki Kebutuhan Individu
Maslow menggunakan piramida sebagai peraga untuk memvisualisasi gagasannya mengenai teori hirarki kebutuhan. Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya.
hirarki kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Kebutuhan fisiologis atau dasar
2.      Kebutuhan akan rasa aman
3.      Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi
4.      Kebutuhan untuk harga diri
5.      Kebutuhan untuk aktualisasi diri
Erich Fromm
Ciri-ciri Kepribadian yang Sehat
Menurut Erich Fromm, manusia adalah makhluk sosial. Berdasar pada pendapat tersebut, maka salah satu ciri pribadi yang sehat berarti adanya kemampuan untuk hidup dalam masyarakat sosial.
Pengertian Stres
Stres adalah suatu kondisi anda yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting.
Menurut Hans Selye, “Stres adalah respons manusia yang bersifat nonspesifik terhadap setiap tuntutan kebutuhan yang ada dalam dirinya”.
Faktor penyebab stress:
§  Faktor individu
Faktor-faktor pribadi terdiri dari masalah keluarga masalah ekonomi pribadi, serta kepribadian dan karakter yang melekat dalam diri seseorang
§  Faktor Sosial
Bisa jadi faktor lingkungan yang menyebabkan seseorang menjadi stress
Efek-efek stress menurut Hans Selye
ü  Local Adaptation Stres
ü  Karakteristik dari LAS
ü  General Adaptation Syndrom
Tipe-tipe stress terbagi menjadi empat, yaitu :
1.      Tekanan
2.      Frustasi
3.      Konflik
4.      Kecemasan
Defence Mechanisms  (Pertahanan Diri)
Menurut teori psikoanalisa mekanisme pertahanan diri membantu individu mengatasi kecemasan dan tercegahnya ego
Problem Solving Terhadap Stress
Proses mental dan intelektual dalam menemukan masalah dan memecahkan berdasarkan data dan informasi yang akurat, sehingga dapat diambil kesimpulan yang cermat dan akurat.
Koping (Coping) Stres
Coping adalah mekanisme untuk mengatasi perubahan yang dihadapi atau beban yang diterima.
Lazarus membagi koping menjadi dua jenis yaitu: 
1.      Tindakan langsung (direct Action)
Koping jenis ini adalah setiap usaha tingkah laku yang dijalankan ole individu untuk mengatasi kesakitan atau luka, ancaman atau tantangan dengan cara mengubah hubungan hubunngan yang bermasalah dengan lingkungan
2.      Peredaan atau peringatan (palliation)
Jenis koping ini mengacu pada mengurangi, menghilangkan dan menoleransi tekanan-tekanan ketubuhan atau fisik, motorik atau gambaran afeksi dan tekanan emosi yang dibangkitkan oleh lingkungan yang bermasalah.
Penyesuaian diri dan pertumbuhan
Pengertian dan konsep penyesuaian diri
Penyesuaian diri merupakan kemampuan untuk mengatasi tekanan kebutuhan, frustrasi dan kemampuan untuk mengembangkan mekanisme psikologis yang tepat.
Pertumbuhan personal
v  Penekanan pertumbuhan diri
Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dariproses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal padaanak yang sehat pada waktu yang normal.
v  Variasi dalam pertumbuhan
Tidak selamanya individu berhasil dalam melakukan penyesuaian diri, karena kadang-kadang ada rintangan-rintangan tertentu yang menyebabkan tidak berhasil melakukan penyesuaian diri.
v  Kondisi untuk bertumbuh
Kondisi jasmaniah seperti pembawa dan strukrur atau konstitusi fisik dan temperamen sebagai disposisi yang diwariskan.
Hubungan Interpersonal
Hubungan interpersonal merupakan suatu hubungan yang menyatakan ketertarikan positif dengan orang lain (Pychology Themes and Variations, Wayne Weiten).
Model-model hubungan interpersonal
Ø  Model Pertukaran Sosial
Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang.
Ø  Model Peranan
Model peranan menganggap hubungan interpersonal sebagai panggung sandiwara.
Ø  Model interaksional
Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu sistem. Setiap sistem memiliki sifat-sifat strukural, integratif dan medan.
Intimasi dan hubungan pribadi
Sebagai konsekuensi adanya daya tarik menyebabkan interaksi sosial antar individu menjadi spesifik atau terjalin hubungan intim. Orang-orang tertentu menjadi istimewa buat kita, sedangkan orang lain tidak.
Intimasi dan pertumbuhan
Menjelaskan intimacy & pertumbuhan Sullivan (Prager, 1995) mendefinisikan intimasi sebagai bentuk tingkah laku penyesuaian seseorang untuk mengekspresikan akan kebutuhannya terhadap orang lain.
Cinta dan Perkawinan
Bagaimana memilih pasangan
Menikah mengandung tanggung jawab yang besar. Oleh karena itu, memilih pasangan hidup juga merupakan hal yang harus benar-benar diperhatikan.
Seluk beluk hubungan dalam perkawinan
Dawn J. Lipthrott, LCSW, seorang psikoterapis dan juga marriage and relationship educator and coach, dia mengatakan bahwa ada lima tahap perkembangan dalam kehidupan perkawinan. Hubungan dalam pernikahan bisa berkembang dalam tahapan yang bisa diduga sebelumnya. Namun perubahan dari satu tahap ke tahap berikut memang tidak terjadi secara mencolok dan tak memiliki patokan batas waktu yang pasti.  Bisa jadi antara pasangan suami-istri, yang satu dengan yang lain, memiliki waktu berbeda saat menghadapi dan melalui tahapannya. Namun anda dan pasangan dapat saling merasakannya.
Penyesuaian dan pertumbuhan dalam perkawinan
Penyesuaian dalam pernikahan pada dasarnya adalah hal yang berjalan sepanjang waktu, sepanjang pernikahan itu bahkan hingga salah satu dari pasangan meninggal dunia penyesuain tetap menjadi kebutuhan dan keharusan.
Perceraian dan pernikahan kembali
Perceraian merupakan hal yang tidak ingin dialami oleh orang-orang yang telah menjalin pernikahan, namun apabila sudah ada unsure kekerasan atau perselingkuhan, apa yang harus dilakukan, perceraianlah yang akan menjadi pilihan
Single Life
Menjadi orangtua tunggal bagi seorang perempuan kebanyakan adalah lebih merupakan pilihan nasib. Sama sekali tidak tepat dinyatakan sebagai trend (kecenderungan) hanya karena segelintir artis menjalaninya dengan terbuka.